KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) melalui Unit Katalog Akademik resmi meluncurkan program intensif Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat yang diperkuat dengan fokus pemberdayaan ekonomi lokal. Peluncuran program terpadu ini dilakukan pada Rabu, 10 April 2026, di Gedung Rektorat Kampus Pusat Unismuh Kendari, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, dengan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Inisiatif strategis ini merupakan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Program yang dirancang selama enam bulan terakhir ini akan menjangkau 25 desa di Kabupaten Kendari, Kota Kendari, serta daerah-daerah tertinggal di Sulawesi Tenggara lainnya.
Menurut Kepala Unit Katalog Akademik Unismuh Kendari, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., program ini dirancang dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan tiga pilar utama: edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur sosial. “Kami percaya bahwa mahasiswa tidak hanya harus memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga harus memiliki sensitivitas sosial yang tinggi terhadap problematika masyarakat,” ungkap Dr. Bambang dalam sambutannya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Program KKN dan pengabdian masyarakat Unismuh Kendari tahun ini memiliki tema besar “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Sejahtera dan Mandiri”. Tema ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Visi Indonesia Emas 2045. Setiap kelompok KKN yang terdiri dari 20-25 mahasiswa akan ditempatkan di lokasi yang telah dipetakan berdasarkan tingkat kebutuhan dan potensi pengembangan lokal.
“Kami tidak ingin KKN hanya menjadi formalitas atau pemenuhan persyaratan akademik semata. Kami ingin masing-masing mahasiswa benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang mereka layani selama periode pengabdian mereka,” tambah Dr. Bambang dengan penekanan yang cukup serius.
### Struktur Program dan Kegiatan Lapangan
Struktur program KKN dan pengabdian masyarakat Unismuh Kendari tahun 2026 ini terdiri dari tiga fase utama. Fase pertama adalah persiapan dan pelatihan intensif selama dua minggu, yang mencakup pembekalan keterampilan, pemahaman budaya lokal, dan metodologi pengabdian masyarakat yang efektif.
Fase kedua adalah implementasi di lapangan selama delapan minggu, di mana mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi: pelatihan keterampilan produktif untuk ibu rumah tangga, pendampingan usaha mikro dan kecil, peningkatan literasi digital, program kesehatan masyarakat, perbaikan lingkungan, dan pendidikan untuk anak-anak.
Fase ketiga adalah evaluasi dan pelaporan, di mana setiap kelompok KKN akan melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program dan membuat laporan komprehensif sebagai pertanggungjawaban akademik dan sosial.
Dr. Andi Riswanto, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unismuh Kendari, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi KKN tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan hasil riset dan pemetaan sosial yang mendalam. “Kami telah mengirimkan tim riset ke berbagai desa untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik masyarakat. Dari hasil riset tersebut, kami menemukan bahwa mayoritas kebutuhan masyarakat adalah di bidang ekonomi kreatif, pertanian modern, dan peningkatan kualitas pendidikan,” jelas Dr. Andi Riswanto dalam wawancara khusus.
Salah satu fokus utama program tahun ini adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dengan melibatkan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Teknologi Industri, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam hal manajemen bisnis, pemasaran digital, dan akses ke pasar yang lebih luas.
“Kami juga menyiapkan pendampingan khusus untuk UMKM di bidang kerajinan, makanan, dan pariwisata. Diharapkan bahwa setelah program KKN berakhir, UMKM-UMKM lokal ini dapat terus berkembang secara mandiri,” papar Dr. Andi Riswanto.
### Keterlibatan Lintas Disiplin Ilmu
Keunikan program KKN Unismuh Kendari tahun 2026 ini adalah keterlibatannya yang lintas disiplin ilmu. Tidak hanya mahasiswa dari Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial, tetapi juga mahasiswa dari Fakultas Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Agronomi, dan Fakultas Hukum terlibat aktif dalam program ini.
Dr. Sumarni, M.Pd., Dekan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial, menyatakan bahwa pendekatan multidisiplin ini sangat penting untuk memberikan solusi yang komprehensif terhadap permasalahan masyarakat. “Misalnya, ketika kami menangani masalah kesehatan di sebuah desa, kami tidak hanya mengirimkan mahasiswa kesehatan, tetapi juga mahasiswa pendidikan untuk memberikan edukasi kesehatan, dan mahasiswa dari fakultas lain yang relevan untuk membangun infrastruktur pendukung kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, setiap kelompok KKN akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) yang memiliki keahlian sesuai dengan bidang pengabdian masyarakat di lokasi masing-masing. Total ada 20 dosen pembimbing yang akan terlibat dalam program ini, memastikan setiap kelompok mendapatkan bimbingan yang optimal.
### Dukungan Institusional dan Pembiayaan
Unismuh Kendari juga mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 2,5 miliar untuk mendukung pelaksanaan program KKN dan pengabdian masyarakat tahun 2026. Dana ini mencakup biaya transportasi, akomodasi, consumable, dan honorarium dosen pembimbing lapangan.
Selain dari anggaran internal kampus, program ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak eksternal, termasuk pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta. Kerjasama ini menunjukkan komitmen bersama untuk pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Lukman Hakim, S.H., M.M., hadir dalam acara peluncuran dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Unismuh Kendari. “Program seperti ini sangat kami dukung penuh karena selaras dengan program pembangunan daerah kami. Kami optimis bahwa dengan keterlibatan mahasiswa yang terstruktur dan terukur, masyarakat dapat lebih cepat mencapai kesejahteraan,” ungkapnya dengan antusias.
### Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Abul Khair, S.H., M.H., dalam kesempatan lain menekankan bahwa program KKN dan pengabdian masyarakat merupakan core value dari institusi pendidikan Muhammadiyah. “Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki hati nurani dan kepedulian sosial yang kuat,” ujarnya.
Prof. Abul Khair juga mengharapkan bahwa program ini dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. “Kami berharap program KKN ini tidak hanya berhenti pada tahun 2026, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut setiap tahunnya dengan cakupan yang semakin luas dan dampak yang semakin mendalam,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Dari perspektif capaian akademik, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas, mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan dan kerja sama tim, serta meningkatkan kompetensi profesional mereka.
### Dukungan Masyarakat Lokal
Respon masyarakat lokal terhadap program KKN dan pengabdian masyarakat Unismuh Kendari juga sangat positif. Berbagai camat dan kepala desa di lokasi-lokasi yang menjadi target program telah mengajukan proposal kebutuhan masyarakat mereka kepada Unismuh Kendari.
Kepala Desa Lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan, Sulawesi Tenggara, Bapak Muh. Syaiful, S.E., misalnya, sangat antusias menyambut kedatangan mahasiswa KKN. “Kami berharap mahasiswa dapat membantu memberdayakan masyarakat kami, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan pendapatan. Kami siap memberikan dukungan penuh selama mahasiswa berada di desa kami,” kata Bapak Syaiful saat dikonfirmasi melalui telepon.
Keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan program ini menjadi kunci sukses dari KKN Unismuh Kendari. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.
### Penutup
Program KKN dan pengabdian masyarakat Unismuh Kendari tahun 2026 ini menandai komitmen serius universitas dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Dengan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa, 20 dosen pembimbing, dan dukungan berbagai stakeholder, program ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Seiring dengan visi Indonesia Emas 2045 dan pencapaian SDGs, Unismuh Kendari melalui program ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting tidak hanya dalam menghasilkan tenaga kerja profesional, tetapi juga dalam mendorong perubahan sosial yang positif dan pembangunan yang inklusif di tingkat komunitas lokal.
Pelaksanaan program KKN dan pengabdian masyarakat dijadwalkan dimulai pada bulan Juni 2026 dan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Semoga dengan program ini, banyak desa dan masyarakat di Sulawesi Tenggara dapat merasakan manfaat nyata dan berkelanjutan dari kehadiran Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap masa depan masyarakat.
(Redaktur: Tim Humas Unismuh Kendari, 10 April 2026)