KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Kali ini, pencapaian gemilang datang dari seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang berhasil meraih medali emas di Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 25-28 Maret lalu. Prestasi ini menandai momentum penting bagi perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tenggara dalam mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berdaya saing internasional.
Mahasiswa pemenang tersebut adalah Muhammad Rizki Pratama, seorang mahasiswa tingkat ketiga yang berhasil mengalahkan lebih dari 200 peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Inovasi yang dibawa Rizki adalah sebuah platform aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dirancang khusus untuk optimalisasi manajemen sumber daya air di daerah tropis, terutama untuk wilayah-wilayah yang mengalami krisis air bersih.
Perjuangan Panjang Menuju Puncak
Perjalanan Rizki menuju prestasi nasional ini dimulai sejak awal tahun 2025 ketika dia mengikuti sebuah workshop tentang teknologi machine learning yang diselenggarakan oleh Unit Katalog Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Saat itu, dia mulai tertarik untuk mengembangkan ide yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia.
“Saya terinspirasi ketika melihat bagaimana masyarakat di beberapa daerah terpencil di Sulawesi Tenggara mengalami kesulitan dalam mengelola air bersih. Padahal, teknologi sebenarnya bisa membantu memecahkan masalah ini,” ungkap Rizki dalam pertemuan dengan wartawan di ruang dekan Fakultas Teknik pada Rabu, 02 April 2026.
Aplikasi yang dikembangkan Rizki dengan tim kecilnya bekerja dengan mengintegrasikan sensor Internet of Things (IoT), cloud computing, dan algoritma machine learning. Sistem ini mampu memprediksi kebutuhan air dengan akurasi hingga 92 persen dan memberikan rekomendasi penggunaan air yang optimal untuk berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri, hingga kebutuhan domestik rumah tangga.
Proses pengembangan aplikasi ini memakan waktu lebih dari delapan bulan. Rizki harus membagi waktu antara menjalani perkuliahan reguler dengan riset dan pengembangan produknya. Dukungan penuh dari dosen pembimbing, Dr. Hariyanto, S.Kom., M.Eng., menjadi faktor krusial dalam kesuksesan Rizki.
Dukungan Institusional yang Solid
Unit Katalog Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, yang merupakan bagian integral dari sistem akademik kampus, telah lama menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Lembaga ini tidak hanya mengelola data akademik dan kurikulum, tetapi juga aktif mengidentifikasi mahasiswa-mahasiswa berbakat untuk diarahkan ke program-program pengembangan kemampuan dan kompetisi akademik.
Kepala Unit Katalog Akademik, Dra. Siti Nurhaliza, M.Si., mengungkapkan bahwa prestasi Rizki adalah hasil dari sistem pendidikan yang dirancang untuk mendukung kreativitas mahasiswa. “Unit Katalog Akademik kami tidak hanya sekadar adminstrasi. Kami memiliki program khusus untuk tracking dan developing mahasiswa dengan potensi tinggi. Rizki adalah salah satu dari mahasiswa-mahasiswa yang kami identifikasi sejak awal masa studinya memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang teknologi,” jelas Siti Nurhaliza dalam keterangannya kepada pers.
Lebih lanjut, Siti menambahkan bahwa kampus telah mengalokasikan dana khusus dari anggaran operasional untuk memberikan beasiswa riset dan akses ke laboratorium dengan fasilitas terbaik bagi mahasiswa yang sedang mengembangkan inovasi. Program inkubasi bisnis dan inovasi yang disponsori oleh universitas juga menjadi wadah penting bagi Rizki untuk menyempurnakan ide-idenya sebelum membuatnya siap untuk ditampilkan di tingkat nasional.
Kompetisi Bergengsi di Tingkat Nasional
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 adalah ajang bergengsi yang disponsori oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai asosiasi industri teknologi Indonesia. Kompetisi ini mengundang partisipan dari seluruh universitas di Indonesia, baik negeri maupun swasta, untuk menampilkan inovasi terbaik mereka dalam kategori-kategori yang mencakup teknologi hijau, kecerdasan buatan, pertanian modern, hingga solusi kesehatan digital.
Pada tahun ini, KITN 2026 menampilkan 203 peserta dari 87 universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Para peserta harus melalui serangkaian seleksi yang ketat, mulai dari tahap submisi online, presentasi video, hingga akhirnya presentasi langsung di hadapan panel juri yang terdiri dari para ahli industri, akademisi terkemuka, dan pengusaha teknologi.
Rizki berhasil lolos dari semua tahap tersebut dan akhirnya diminta untuk melakukan pitch terakhir di hadapan juri pada hari ketiga pelaksanaan kompetisi. Dalam presentasi selama 15 menit, Rizki menjelaskan tidak hanya aspek teknis dari aplikasinya, tetapi juga potensi dampak sosial dan ekonominya bagi Indonesia.
“Juri sangat terkesan dengan pendekatan holistik yang saya tunjukkan. Saya tidak hanya membicarakan teknologi semata, tetapi juga bagaimana teknologi ini bisa menjadi solusi nyata untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil,” ujar Rizki mengenang pengalaman presentasinya.
Pengakuan dari Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Abdullah Zainudin, S.T., M.T., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini dalam konferensi pers yang digelar di rektorat kampus pada hari Rabu pagi. Menurut Rektor Abdullah, prestasi Rizki adalah bukti nyata bahwa universitas swasta di daerah tepi Indonesia mampu bersaing dengan universitas-universitas besar di Jawa.
“Rizki bukan hanya pemenang kompetisi. Dia adalah representasi dari ribuan mahasiswa Muhammadiyah Kendari yang berdedikasi tinggi. Prestasi ini menunjukkan bahwa meskipun kami berlokasi di Kendari, kualitas pendidikan yang kami berikan tidak kalah dengan kampus-kampus di pusat. Bahkan, kami memiliki keunggulan dalam hal kedekatan dengan isu-isu lokal dan kemampuan untuk memberikan solusi yang contextual,” ungkap Prof. Abdullah dengan penuh antusiasme.
Rektor juga mengumumkan bahwa universitas akan memberikan penghargaan khusus kepada Rizki berupa beasiswa penuh untuk melanjutkan studi ke jenjang magister serta pendampingan khusus untuk mengkomersialkan inovasi yang telah dia ciptakan. “Kami tidak hanya ingin mahasiswa kami berprestasi di kompetisi akademik, tetapi juga dapat mengubah inovasi mereka menjadi produk atau layanan yang nyata dan menguntungkan secara ekonomi,” tambah Prof. Abdullah.
Dampak Terhadap Ekosistem Akademik Kampus
Prestasi Rizki diharapkan akan menciptakan momentum positif bagi ekosistem akademik dan inovasi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Sudah beberapa minggu pasca pengumuman kemenangan Rizki, Unit Katalog Akademik melaporkan peningkatan signifikan dalam minat mahasiswa untuk mendaftar ke program-program pengembangan kemampuan dan kompetisi akademik yang diselenggarakan kampus.
Kepala Bagian Kemahasiswaan, Dr. Gunawan Haryanto, S.Pd., M.Ed., menuturkan bahwa prestasi Rizki telah menginspirasi banyak mahasiswa untuk lebih serius dalam mengembangkan bakat mereka. “Sebelumnya, mungkin beberapa mahasiswa merasa bahwa memenangkan kompetisi nasional adalah hal yang mustahil bagi mereka yang belajar di universitas swasta di daerah. Tapi sekarang, Rizki telah membuktikan bahwa hal itu mungkin. Kami sudah menerima puluhan pertanyaan dari mahasiswa lain yang ingin mengikuti program inkubasi inovasi kami,” jelas Gunawan.
Lebih lanjut, pihak universitas juga telah mengajukan usulan kepada universitas induk untuk meningkatkan alokasi dana penelitian dan inovasi mahasiswa pada tahun fiskal berikutnya. Direncanakan akan didirikan sebuah pusat inovasi dan entrepreneurship yang lebih modern dengan dilengkapi fasilitas laboratorium yang canggih untuk mendukung mahasiswa-mahasiswa potensial lainnya.
Rencana Ke Depan dan Komersial
Saat ini, Rizki sedang dalam tahap negosiasi dengan beberapa startup dan perusahaan teknologi yang tertarik untuk mengakuisisi atau berkolaborasi dalam mengembangkan aplikasi yang dia ciptakan. Salah satu perusahaan yang menunjukkan minat adalah sebuah tech startup yang berbasis di Bandung dan sudah memiliki track record dalam mengembangkan solusi teknologi untuk sektor pertanian dan sumber daya air.
“Saya berharap dalam enam bulan ke depan, aplikasi yang saya kembangkan sudah bisa diimplementasikan di beberapa daerah pilot project. Saya ingin membuktikan bahwa teknologi yang saya buat bukan hanya sekadar menang kompetisi, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Rizki dengan penuh semangat.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah menawarkan dukungan administratif dan legal untuk membantu Rizki dalam proses pendaftaran paten dan memfasilitasi kemitraan dengan industri. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendorong mahasiswanya tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga menjadi entrepreneur dan job creator.
Penutup: Harapan untuk Masa Depan
Pencapaian Muhammad Rizki Pratama di Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 adalah bukti nyata bahwa potensi luar biasa ada di mana-mana, termasuk di universitas-universitas swasta di daerah tepi. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi ribuan mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk tidak pernah merasa terbatas oleh lokasi geografis mereka, tetapi justru menggunakannya sebagai sumber ide dan inovasi.
Bagi pihak Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Katalog Akademik, pencapaian ini adalah hasil dari konsistensi dalam menjalankan misi menciptakan ekosistem akademik yang mendukung kreativitas dan inovasi. Ke depannya, diharapkan akan lebih banyak lagi mahasiswa Muhammadiyah Kendari yang dapat meraih prestasi serupa dan bahkan melampaui apa yang telah dicapai oleh Rizki.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dosen pembimbing, dan fasilitas akademik yang terus ditingkatkan, Universitas Muhammadiyah Kendari optimis dapat terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur dan kepekaan sosial yang tinggi. Semoga pencapaian Rizki ini menjadi awal dari banyak prestasi mahasiswa Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional dan bahkan internasional.
—
Artikel ini ditulis pada 02 April 2026 oleh Unit Berita dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Kendari